Home » » Salah jurusan bukan penghambat keberhasilan

Salah jurusan bukan penghambat keberhasilan

Written By Unknown on Monday, 27 July 2015 | 06:24

Bicara soal jurusan, saya bingung untuk mulai dari mana dahulu membahasnya. karena saya adalah sebagian dari orang-orang yang merasa dirinya salah jurusan ketika kuliah. Yang salah sebenarnya bukan lah pada jurusannya, Tetapi karena kita yang sudah salah mengambil jurusan itu. Kita ambil saja contoh ingin menjadi seorang Programer Web tetapi lantaran faktor biaya dan suruhan orang tua, akhirnya kita terpaksa mengambil jurusan kesehatan atau  yang lainnya. Kalaulah memang kita bisa atau mampu menyesuaikan itu lalu terbiasa sih tidak masalah. Namun apa jadinya jika ini diluar dugaan kita dan membuat kita berat untuk menjalaninya. ibaratnya kita itu sudah terjebak di dalam lembah yang curam.

Bagi yang memang merasa dirinya sudah terjebak dalam jurusan yang salah ketika kuliah, ada baiknya ini bukan menjadi asumsi dimana kita tidak akan bisa berhasil. banyak kok orang - orang diluaran sana yang mampu membuktikan bahwa keberhasilan tidak semua dari jurusan yang kita ambil. Jika memang jurusan yang kita ambil  itu penentu keberhasilan kita ,bagaimana dengan mereka yang tidak kuliah atau bahkan tidak mengenyam bangku pendidikan sekalipun. Apakah di antara mereka tidak ada yang berhasil ?. penentu keberhasilan tidak ada faktor yang tepat termasuk ketika salah jurusan. terkadang saya juga merasa sedih ketika melihat beberapa teman kuliah  membahas tentang jurusan yang saya ambil. Mereka banyak sekali menyayangkan dengan keputusan yang saya ambil untuk tidak berkerja di bidang itu. padahal gelar sarjana muda sudah saya raih.  memang, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Namun, ini bukanlah sebuah alasan yang tepat untuk saya bekerja dengan ketidaknyamanan. 

Cerita yang sedikit saya bagikan diatas, mungkin ada juga dirasakan oleh sebagian pembaca setia Kajian Dinamis. Hanya saja berbeda pada jenis kejadiannya. Terus apa yang harus kita lakukan ? setiap orang mungkin berbeda-beda dalam menyikapinya. ada yang terus menjalani dengan keterpaksaan tetapi karena terbiasa, akhirnya menyukai pekerjaan itu. Baca juga : Sukailah jenis pekerjaan kita 
atau menjalani pekerjaan yang bukan jurusan akademik yang diambil. tetapi kita mampu dan nyaman untuk menjalaninya sesuai jati diri. semua itu tergantung opsi mana yang mau kita pilih. karena, semua akan ada hasil akhirnya. dan baik tidaknya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Namun yang perlu ditekankan disini adalah Salah jurusan bukanlah penghambat keberhasilan kita. dan jangan diakhiri dengan sebuah penyesalan panjang . karena masih ada pintu lain yang terbuka.

0 comments:

Post a Comment